News

Trump Sebut Gencatan Senjata Israel-Lebanon Akan Diperpanjang Tiga Pekan

Tokyo (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut gencatan senjata antara Israel dan Lebanon bakal diperpanjang selama tiga pekan ke depan. Pernyataan ini disampaikan setelah ia memfasilitasi pertemuan antara duta besar kedua negara di Gedung Putih, Kamis (23/4).

Saat ini, gencatan senjata yang sudah berjalan memiliki durasi 10 hari dan mulai berlaku sejak Jumat pekan lalu waktu setempat. Langkah perpanjangan ini jadi bagian dari upaya Trump untuk meredakan ketegangan sekaligus membuka jalan menuju kesepakatan damai yang lebih luas di kawasan, termasuk dengan Iran.

Lewat unggahan di media sosial, Trump menyebut pertemuan yang berlangsung di Ruang Oval berjalan “sangat baik”. Ia juga mengaku optimistis bisa mempertemukan langsung para pemimpin Israel dan Lebanon “dalam waktu dekat”.

Isu konflik di kawasan ini memang saling berkaitan. Salah satu poin penting dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran adalah serangan Israel terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon, yang selama ini didukung oleh Iran.

Sebelumnya, pada Selasa, Trump juga sempat menyampaikan bahwa Amerika Serikat akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Namun, ia belum memberikan batas waktu yang jelas terkait hal tersebut.

Dengan mengklaim bahwa pemerintah Iran sedang mengalami “keretakan serius”, Trump mengatakan jeda pertempuran akan tetap berlangsung sampai Teheran mengajukan “usulan terpadu”.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa dinamika geopolitik di Timur Tengah masih terus bergerak, dengan upaya diplomasi yang berjalan di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil.

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: